Dia

Dia tahu
dia hanya manusia yang lemah
Namun dia tidak mau menyerah
kepada kelemahannya
Dia sadar
tak ada yang bisa dia berikan
tapi dia tak berhenti begitu saja pada kepapaannya
dia ingin memberikan cahaya kepada orang lain
Dia ingin berkorban
mengorbankan apa yang ada padanya
Namun dia tidak ingin mati
seperti Lilin yg menerangi ruangan
Dia ingin bagaikan matahari,
Menyinari dunia tanpa henti
Membakar dirinya
namun tidak membuatnya mati
dikuburkannya cita citanya selama ini
direlakannya kesenangannya hilang
dipasrahkannya kebahagiaannya
hanya
untuk keluarganya
untuk orang yang membutuhkan cinta dan cahaya darinya

Tenggelamnya matahari
bukanlah tanda kelemahannya
namun dia ingin hadir
dengan cahaya baru dimalam hari
itulah gambaran hatinya yang terang
bersih dan bercahaya
Matahari lambang ketegasan sikapnya
Bulan gambaran kesucian hatinya
dia ingin suci dan bersih
bagaikan rembulan dimalam hari

Dia ingin hari harinya dikelilingi orang
namun dia tak ingin menjadi Sampah
yang dikerubungi lalat lalat hijau
dia tak ingin tangan kotor menjamah kesuciannya
dia ingin bagaikan bunga mawar
yang disenangi setiap orang
yang indah namun bisa menjaga dirinya
dari tangan yang akan menjamahnya
tidak banyak yang tahu
kalau dia perempuan
berhati rembulan
berwajah matahari

Ya ALLAH
Aku berdo'a kepadamu
masukkanlah gadis ini
kedalam surgamu
seorang gadis
yang rela berkorban
untuk orang yg ia cintai

BAHAGIA

Ku buka tirai kamarku lebar. .desir angin pagi ini menghembuskan udara dingin menebak jantungku yang semakin dingin.Menikmati sisa fajar,bias cahaya sang rembulan menghantar ku pada ruang sepi yang memuncak. . iringan tilawah  mp3 handphone memecah kesunyian jiwa. . .MERESAB HADIR mengetuk ruang kosong,sematkan kedamaian yang abadi.Ku pejamkan mata, hati sejenak seolah ku dalam rengkuhan sang tangan malaikat,sandarkan lelahku sejenak pada pintu angan.

Terlintas bayang engkau hadir. . yang lama telah menghilang dengan bahagiamu.Enyahlah segera ku tepis. . tak ingin lagi ku ingat tentangmu,tak ada lagi rindu yang menyiksa dan aku cukup bahagia.Semerbak harum wewangian menyeruak ke ruang kamarku,melenkapi rasaku.
Hasrat tuk berbagi tuntun jemariku merangkaikan bait-bait kata tuk bercurah,hanya di sini dan cukup disini.Kawan yang selalu setia tak pernah ingkar tuk mendengar kesahku,namun detik ini ku katakan aku  bahagia ^_^.Inginku pergi ke taman ilalang teriakan kebebasan,kabarkan pada mentari yang masih sembunyi di balek bukit.Ku tanya waktu masihkah  kau temui guratan luka di sinaran mataku???